Call for Paper: Konferensi dan Musda III FPPTI Jatim

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia wilayah Jawa Timur akan mengadakan konferensi dan Musda III di Sumenep, Madura pada tanggal 21-23 September 2016. Untuk itu pada kesempatan tersebut, pengurus FPPTI Jatim membuka kesempatan kepada pustakawan di seluruh Indonesia untuk mengirimkan makalah dalam bentuk Call for Paper. Call for paper dapat berupa naskah ilmiah, akademik, studi kasus maupun sharing pengalaman. Adapun tema kegiatan tersebut adalah Peranan Jejaring Perpustakaan dalam Meningkatkan Kompetensi Pustakawan.  Adapun sub tema CFP adalah:

  • Peranan Pustakawan
  • Kompetensi Pustakawan
  • Fungsional Pustakawan
  • Pengadaan Bahan Pustaka
  • Manajemen pengelolaan SDM Perpustakaan
  • Pengelolaan Bahan Pustaka
  • Pengelolaan Koleksi Elektronik
  • Manajemen Pengembangan Koleksi
  • Promosi Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
  • Jejaring Perpustakaan
  • Repositori Institusi
  • Sistem Informasi Perpustakaan
  • Single Sign ON

Batas akhir penerimaan abstrak: 30 Juni 2016

Pengumuman Penerimaan Abstrak: 11 Juli 2016

Pengumpulan terakhir Full Paper: 5 Agustus 2016

Pengumuman hasil review full paper: 19 Agustus 2016

Kontak Person: Vincentius Widya Iswara, S.S., – 08175016595 – fppti_jatim@yahoo.com

Format penulisan abstrak: http://fppti-jatim.or.id/public/musda2016

Biaya pendaftaran: Rp.  1.000.000,00 (early bird 31 Juli 2016: Rp. 900.000,00). – Biaya sudah termasuk kontribusi pendaftaran MUSDA.

Call for Paper: Loknas Dokumentasi dan Informasi 2016

Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Indonesia (PDII) pada tahun 2016 akan kembali melaksanakan Lokakarya Nasional Dokumentasi dan Informasi dengan tema:

” Pengelolaan Data, Informasi, dan Pengetahuan untuk Mendukung Pembangunan Repositori Nasional Indonesia”

Untuk itu PDII memberikan kesempatan kepada  pengelola data, pustakawan, peneliti, maupun praktisi di bidang dokumentasi dan informasi untuk membahas pengelolaan data, informasi, dan pengetahuan baik sebagai peserta maupun sebagai pemakalah undangan (call for paper). Loknas 2016 kali ini membagi tema ke dalam empat topik besar dan pengembangannya yakni:

1. Sistem Informasi: Sistem pengelolaan data; sistem temu kembali;  arsitektur informasi; manajemen data dan big data; pangkalan data; digital repository; tata kelola informasi (information governance), dan sejenisnya.

2.  Dokumentasi: Pengolahan data, dokumen, dan informasi; sistem klasifikasi data/dokumen; metadata dan format data; akuisisi data dan informasi; manajemen multimedia; preservasi dokumen dan sejenisnya.

3. Knowledge Management: Knowledge sharing;  knowledge repositories; pengkajian ilmu pengetahuan: bibliometrics, scientometrics, infometrics danwebometrics; expert systems dan sejenisnya.

4. Diseminasi Informasi Ilmiah: Jaringan/kerja sama pusat data dan informasi; perilaku pengguna; literasi informasi; manajemen informasi; layanan pusat data dan informasi.

Topik lain yang terkait dapat diterima, tidak terbatas pada contoh di atas, dan makalah yang masuk akan ditelaah oleh pakar. Makalah yang dinyatakan lolos akan dipresentasikan dan dipublikasikan dalam prosiding.
Syarat karya tulis:
  1. Makalah lengkap bukan abstrak
  2. Berupa hasil kajian atau penelitian terkait bidang dokumentasi dan informasi
  3. Tulisan belum pernah diterbitkan ataupun dipublikasikan dalam media lain
  4. Makalah dan biodata penulis berisi kepakaran, lembaga afiliasi, alamat elektronik dikirim ke loknas.pdii@mail.lipi.go.id
  5. Makalah minimal terdiri dari 10 halaman A4
  6. Format makalah mengikuti format yang tersedia di situs pdii.lipi.go.id/loknas/ atau DOWNLOAD

Jadwal:

1 April s.d. 9 Mei 2016 : Penerimaan makalah
20 Juni 2016 : Pengumuman makalah yang diterima
21 Juni s.d. 17 Juli 2016 : Perbaikan makalah
18 Juli 2016 : Penerimaan makalah versi akhir
9-10 Agustus 2016 : Pelaksanaan lokakarya nasional 2016

Talkshow & Workshop Pemanfaatan Teknologi Mobile sebagai Sarana Peningkatan Layanan Perpustakaan

 

Acara ini diselenggarakan oleh FPPTI DKI Jakarta bekerjasama dengan Binus University. Acara dilaksanakan pada : Rabu, 27 April 2016 di Binus International University, Kampus FX, Gedung Plaza FX.

Talkshow:

  1. Digital Divide
  2. Social Media Learning
  3.  Easy Programming for Librarian

 Workshop: (Dibagi dua kelas, dapat dipilih oleh peserta pada hari H)

  1. Mobile Application Development
  2. Mobile Utilization

Pemateri :

  1. Imanzah Nurhidayat (Alumni Binus Business School) : make.do.nia
  2. Agustinus Dony Riyanto : make.do.nia
  3. Wisnu Adryan : coding indonesia

 Metode yang akan dilaksanakan :

  1. Tatap muka dan diskusi mengenai konsep dan teori tentang digital divide, social media learning dan easy programming for librarian.
  2. Praktik pembuatan rancangan layanan perpustakaan berbasis aplikasi mobile dan pemanfaatan teknologi mobile.

Pendaftaran :

  1. Lies Dwi Ningsih, Telp.021-5350660 ext.1162, Hp.081213390305
  2. Anita, Telp.021-72792753 ext.1006, Hp.081315084057

Email : fpptidkijakarta@gmail.com

Biaya partisipasi peserta sebesar Rp 400.000,- (Empat ratus ribu rupiah). Fasilitas yang didapatkan adalah seminar kit, sertifikat, dan konsumsi. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer ke: Rekening FPPTI DKI Jakarta 2,  a.n Harsiti.FPPTI DKI 2, BANK MANDIRI Cab KAMPUS 1 Universitas Tarumanagara, No. Rekening: 117-00-0663198-0

Peserta mohon mengirimkan bukti pembayaran melalui fax (021) 5663277 (UNTAR) atau email ke hars1t1@yahoo.com cc: fpptidkijakarta@gmail.com dengan menyertakan nama lengkap dan gelar serta membawa bukti transfer pada saat acara.

Batas akhir pendaftaran Jumat, 22 April 2016

 

Call for Paper: Stain Ponorogo 2016

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo bekerjasama dengan Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS), Paguyuban Perpustakaan PTKI Jawa Timur dan Madiun Raya SLIMS Community menyelenggarakan Simposium Nasional 2016 pada hari Sabtu, tanggal 14 Mei 2016 di Aula Perpustakan STAIN Ponorogo dengan tema:

“Meneguhkan peran perpustakaan akademik dalam mendukung perguruan tinggi yang berkualitas”

Panitia menerima makalah dari para pustakawan dan pemerhati kepustakawanan untuk mengirimkan makalahnya dalam sub tema:

  • Pengembangan Koleksi
  • Literasi Informasi / Metaliteracy
  • Information Repository
  • Komunikasi Ilmiah
  • Open Access
  • dan topik sejenisnya

Penerimaan judul dan abstrak paling lambat tanggal 21 April 2016 dalam bentuk *doc ke alamat kardi@stainponorogo.ac.id. Pengumuman abstrak terpilih untuk dipresentasikan pada tanggal 30 April 2016, dan naskah lengkap harus sudah diterima tanggal 7 Mei 2016.

Informasi selanjutnya dapat menghubungi Sdr. Alwan Wibawanto (085228111066).

Perguruan Tinggi dan Kapitalisasi Publikasi Ilmiah

Oleh Arif Surachman*

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI) mengeluarkan surat edaran nomor 152/E/T/2012 tentang kewajiban publikasi ilmiah bagi sivitas akademika di perguruan tinggi (PT). Mahasiswa wajib mempublikasikan karya tulis ilmiahnya dalam jurnal yang terbit secara nasional maupun internasional. Kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan akademisi di Indonesia. Bukan saja karena semakin sulitnya mahasiswa dalam menyelesaikan studi tapi juga karena ketidaksiapan jurnal nasional menampung calon karya tulis yang harus dipublikasikan. Sedangkan untuk menembus jurnal internasional tidaklah mudah karena diperlukan tidak saja kualitas yang bagus akan tetapi juga tata bahasa asing (Inggris) yang baik. Bahkan untuk menghindari publikasi asal-asalan, Dirjen DIKTI juga mengeluarkan kebijakan akreditasi bagi jurnal nasional dan syarat  terindeks dalam ‘lembaga’ pengindeks jurnal seperti SCOPUS atau Web of Science sebagai alat ukur kualitas publikasi ilmiah.

Kompetisi Peringkat Global PT

Selain regulasi di atas, PT juga dihadapkan pada kompetisi tingkat global seperti QS World Rangking, 4ICU dan Webometric yang mengukur dan membandingkan kualitas PT melalui berbagai faktor pengukur, diantaranya adalah  publikasi ilmiah yang dihasilkan dan terindeks dalam pengindeks jurnal internasional.  Kompetisi ini bahkan mampu membuat PT menyiapkan tim dan alokasi anggaran khusus agar menjadi ‘pemenang’ dalam kompetisi lembaga-lembaga pemeringkat ini. Hasil rangking yang dirilis oleh lembaga pemeringkat menjadi bahan mengukur keberhasilan PT dalam tahun tertentu. Semua berkompetisi menjadi nomer wahid  atau world class university dalam kompetisi global.

Jebakan Kapitalisasi Publikasi Ilmiah

Regulasi publikasi dan kompetisi global menyebabkan tidak sedikit PT dan komunitas akademis ‘terjebak’ ke dalam kebijakan instan untuk mengejar kedua hal tersebut. Dampak pertama alokasi besar-besaran anggaran PT untuk melanggan basis data daring  yang terdiri dari jurnal elektronik, data elektronik maupun publikasi elektronik lainnya yang nilainya bisa mencapai milyaran rupiah.  Basis data elektronik yang secara kebetulan penyedianya lebih banyak penerbit atau pemodal asing. Kemudian PT juga mengeluarkan kebijakan insentif bagi sivitas akademika yang publikasinya mampu menembus jurnal internasional. Suatu hal yang menyebabkan mereka secara massif melakukan upaya agar karyanya dapat ditampilkan dalam jurnal internasional.  Sayang sekali karena keterbatasan jurnal standar internasional yang diterbitkan oleh penerbit atau pengelola di Indonesia, menjadikan mereka ‘menyalurkan’ berbagai karya publikasi hasil pemikiran dan penelitiannya pada jurnal-jurnal yang dikelola oleh penerbit dan pemodal asing. Padahal tidak sedikit dari pengelola jurnal tersebut mewajibkan penulisnya membayar jumlah tertentu agar karya publikasinya dapat ditampilkan. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya terjebak melakukan publikasi melalui jurnal predator, sebuah jurnal yang tidak melalui review secara benar dan secara kualitas tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kondisi di atas menyebabkan komunitas intelektual  di PT Indonesia ‘terjebak’ dalam permainan kapitalisasi publikasi ilmiah. Dimana publikasi ilmiah dikuasai oleh mereka yang mempunyai modal dan jaringan luas. Komunitas intelektual Indonesia ‘dipaksa’ menjadi ‘pemasok’ sekaligus ‘konsumen’ bagi pengelola dan penyedia basis data daring yang ada di dunia. Dimana keduanya ‘mengharuskan’ penulis dan komunitas akademis di PT harus mengeluarkan anggaran dana yang  tidak sedikit untuk sekedar melakukan publikasi dan mengakses sumber informasi ilmiah yang bisa jadi merupakan karyanya sendiri. Bayangkan apabila untuk dapat menampilkan publikasi ilmiah dalam jurnal internasional, penulis sedikitnya mengeluarkan biaya 200 USD per artikelnya. Artinya apabila dalam satu PT setiap tahun harus mempublikasikan minimal 500 karya ilmiah, maka PT harus menyediakan anggaran dana tidak kurang dari 100,000 USD (1,350 Milyar rupiah). Hal ini belum termasuk anggaran penelitian untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang nilainya dapat lebih besar dari itu. Jumlah yang tidak sedikit apalagi jika dikalikan dengan potensi  ribuan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Jebakan kapitalisasi publikasi ilmiah ini semakin ‘diperparah’ dengan adanya trend kompetisi antar PT dalam menunjukkan eksistensinya dalam dunia pendidikan di tingkat internasional melalui keberadaan karya publikasinya.  PT tidak berdaya untuk mengeluarkan anggaran dana rutin  hanya sekedar mencari informasi dan menganalisa ‘ketenaran’ publikasi sivitas akademikanya dalam portal pengindeks jurnal. Satu PT perlu mengeluarkan setidaknya 50,000 USD  (sekitar 675 juta rupiah) per tahun untuk berlangganan akses pengindeks jurnal. Biaya ini belum termasuk untuk melanggan jurnal-jurnal internasional yang nilainya dapat mencapai milyaran rupiah per tahun. Jadi dapat dibayangkan berapa banyak anggaran PT yang ‘menguap’ ke luar negeri dan menjadi ‘makanan’ pelaku kapitalisasi publikasi ilmiah. Di sisi lain, PT yang mempunyai anggaran dana terbatas jelas tidak akan mampu mengikuti pola persaingan global yang berbau kapitalisasi ini.

Pemerintah harus mengupayakan agar PT Indonesia tidak menjadi ‘sapi perahan’ para pemodal besar informasi asing. Pemerintah harus menciptakan iklim agar semakin banyak tumbuh jurnal berstandar internasional yang dikelola oleh pelaku dalam negeri. Selain itu, pemerintah harus dapat memfasilitasi munculnya penyedia portal pengindeks jurnal nasional  yang mampu mengimbangi penyedia portal pengindeks jurnal internasional  (SCOPUS & Web Of Science). Pemerintah mempunyai peran penting agar hasil karya publikasi anak bangsa tidak hanya menjadi komoditas pemodal asing dan mencegah lebih banyak anggaran ‘lari’ ke luar negeri.

* Pustakawan dan Kepala Bidang Database dan Jaringan
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada